Showing posts with label Screenplay. Show all posts
Showing posts with label Screenplay. Show all posts

Thursday, 24 November 2016

Dramatik Cerita



Hello, semuanya. Apa kabar, semoga baik-baik saja disana. Diperjumpaan kita kali ini, kita akan membahasa tentang apa maksud dari sebuah dramatik cerita yang biasa dibangun dalam membuat sebuah skenario. Ada banyak buku-buku yang mempelajari tentang teknik menulis skenario, namun semua itu masih berbahasa inggris, jauh dari harapan kita yang masih memiliki kekurangan dalam berbahasa asing, nah disini kita akan menguraikan hal-hal tersebut yang mungkin bisa membantu para pelajar lainnya, meskipun ini masih jauh dalam kesempurnaan. Mari kita simak bareng-bareng referensi para ahli dibawah ini;
Biasanya, sebuah cerita untuk difilmkan haruslah sebuah cerita memiliki unsur dramatik (dramatic story). Ini penting untuk dipahami, agar menarik ditonton ketika melihatnya.
Dramatik berasal dari kata drama, bahasa yunani, yang kemudian berarti pertunjukan pentas. Pergelaran yang pada mulanya merupakan bagian dari upacara keagamaan, kemudian berkembang menjadi pementasan cerita yang berisi-isi konflik. Maka kata drama disamping berarti pertunjukan pentas, tapi juga bermakna peristiwa yang menggetarkan.
Dalam kehidupan sehari-hari kata dramatik digunakan orang dalam ungkapan “drama rumah tangga” atau “drama cinta segitiga”. Pengertian kata dramatik, bisa disamakan dengan “cerita duka”. Untuk ungkapan “dramatisasi” berarti rekayasa agar sesuatu itu menjadi lebih susah.
Dalam dramaturgi, kata drama ini dipahami bukan hanya terbatas pada duka cerita itu. Namun, semua cerita yang biasa mengugah emosi. Nah, dalam cerita yang biasa mengugah emosi banyak terjadi pada dalam hal kepenulisan bergenre drama. Perlu dipahami bahwa drama terikat dalam genre sekarang.
Dimana dalam cerita dramatik tokoh yang dikisahkan, tokoh utama cerita haruslah objek yang menarik dan problemnya juga harus kuat dalam mengugah  emosi yang menyaksikan. Tokoh yang menarik itu adalah yang bisa menimbulkan rasa simpati orang pada umumnya. Ia bisa gadis cantik yang kaya dan pandai, bisa seorang superman, Nyai loro kidul yang kaya dan pandai, bisa seorang preman, dll.

Monday, 10 October 2016

Psikologi Film

Image result for psikologi film

Psikoanalisis merupakan sebuah disiplin ilmu yang secara ekstensif mempelajari "mimpi" sebagai kunci untuk memahami bagian tidak sadar diri manusia dan efek cermin psikologis pada pembentukan identitas subjek. Dalam film, kedua hal ini dipelajari untuk menjelaskan proses menonton, membaca serta memaknai sebuah film. Dalam hal ini, ada dua studi psikoanalisis yang secara khusus mempengaruhi para peneliti dalam mempelajari kedua aspek ini, yakni: Tafsir Mimpi (The Interpretation of Dreams) karya S.Freud dan Tahap Cermin (The Mirror Stage) sebagai pembentuk subjek aku Karya J.Lacan.

Buku ini ditulis untuk memenuhi kebutuhan mahasiswa film, televisi, fotografi dan kajian media di Fakultas Film dan Televisi-Institut Kesenian Jakarta (FFTV-IKJ). Selain itu buku ini juga dituju kepada masyarakat umum yang tertarik untuk menonton atau membaca film lewat psikoanalisis lacan. Bagi yang berminat membeli buku ini silahkan mengklik link dibawah ini:

Thursday, 6 October 2016

Someone Behind of The Scene

gambar-skenario
Diperjumpaan kali ini, kita akan membahas tentang bagaimana peran dari screenwriter atau penulis skenario dalam pre production. Kamu sebaiknya membayangkan tentang bagaimana sebuah film akan di produksi dan dipublikasikan nantinya, dan itu membutuhkan tidak sedikit kru yang  terlibat didalamnya dimulai dari tahap pre production, production, post production and distribution. Mengingatkan itu semua bahwa ditahap pre production, penulis skenario mengambil peran penting tentang bagaimana cerita itu akan dikisahkan dengan baik, dibuat, dan dimodifikasikan dengan keutamaan dalam merancang sehingga menjadi acuan para kru lainnya dalam pengambilan gambar dilapangan dan tahap post production. Meskipun terkadang kita mendapatkan suntikan ide dari siapa pun. Dalam kenyataannya, kita harus menyeleksi terlebih dahulu ide tersebut, menarik atau kah tidak, jika ide itu menarik, kita akan melakukan pengangkatan dan mulai mengembangkan secara bertahap ide tersebut ke sebuah premis, sinopsis, scene plot dan akhirnya skenario. Di dalam dunia kepenulisan, sebaiknya seorang screenwriter membutuhkan beberapa pemahaman tentang bagaimana kisah itu akan disampaikan dan beberapa pengetahuan, dan hingga juga cara berpikirnya yang sangat dibutuhkan untuk merancang skenario tersebut dengan baik. Semua itu tidak semudah yang kamu pikirkan dan membutuhkan fresh eyes dalam mengolahnya sehingga cerita tersebut penuh warna dan berkesinambungan dari awal hingga akhir.

What is screenplay?

sp-logo1-210x210
”A screenplay is a story told with pictures, in dialogue and description, and placed within the context of dramatic structure. A screenplay is a noun – it is about a person, or persons, in a place or places, doing his or her or their thing. All screenplays execute this basic premise. The person is the character, and and doing his or her thing is the action. (Syd Field)
Screenplay atau scenario dalam bahasa Inggris, atau biasanya juga diterjemahkan kedalam bahasa indonesia menjadi skenario.
Skenario, adegan layar (screenplay) atau naskah film ialah cetak biru yang ditulis untuk film atau acara televisi. Skenario dapat dihasilkan dalam bentuk olahan asli atau adaptasi dari penulisan yang sudah ada seperti hasil sastra. (Wikipedia)
Skenario adalah rencana lakon sandiwara atau film berupa adegan demi adegan yg tertulis secara terperinci: penulis yang juga menyutradarai film itu akan berusaha menarik simpati penonton dari dulu hingga sekarang, penulis itu tetap digemari orang. (KBBI)

Wednesday, 5 October 2016

Peran dari premis film

Hi, guys

Jangan kemana-mana, bahwa kali ini kita akan membahas lagi tentang pentingnya peran dari sebuah premis? Yang perlu kamu ketahui bahwa premis itu sangat krusial? Dimana ini nantinya, akan membantumu memahami maksud dari tujuan kepenulisanmu. Biasanya premis itu diciptakan setelah seorang screenwriter menggali dan mendapatkan sebuah ide. Dengan kamu memahami sebuah premis, kamu sudah bisa membayangkan apa yang akan kamu tulis nantinya di sinopsis. Meskipun nantinya kamu butuh untuk menggembangkan beberapa karaktermu lagi. Bahwa premis yang baik adalah premis yang bisa di analisa dan mudah dipahami maksudnya oleh orang-orang yang berpengalaman dalam dunia kepenulisan. Premis juga dipake dalam pembuatan sebuah novel. Asal kamu tahu, bahwa sekarang banyak sekali para editor dari penerbit novel fiksi dan non fiksi merasa kebingungan mengenai tujuan kepenulisan yang ditulis oleh seorang novelis pemula ketika mengirim karyanya tersebut. Tentunya, ini di karenakan tujuan karakter utama di novelnya yang tidak jelas atau buram hingga membuat sang editor sering mengeluh asa tentang kepenulisan mereka. Maka diberlakukanlah sebuah premis untuk penulis yang ingin mengirim karyanya ke penerbit tersebut. Dengan adanya premis tersebut, tentunya ini akan memudahkan sang editor untuk menganalisa tujuan cerita yang ingin disampaikan sang novelis pemula tersebut. Biasanya premis novel terdiri dari 1-3 kalimat. Tapi, memiliki penjelasan yang sama seperti premis film.
premis adalah intisari cerita, hampir serupa dengan logline, terdiri atas “karakter utama+tujuan+konflik utama dalam satu kalimat”. Premis itu ibarat kompas, menggunakan kalimat efektif, dan nantinya ini akan memandumu menulis cerita supaya tidak keluar jalur/konsep terhadap cerita yang akan kamu tuangkan ke dalam sinopsis. Untuk sinopsis akan kita bahas nantinya di perjumpaan berikutnya.
Contoh Premis:
  • “Seorang lelaki dari kalangan bawah jatuh cinta dengan seorang gadis bangsawan namun harus menyelamatkan diri mereka dari kapal yang hendak tenggelam”. 21 kata. (titanic). Pembahasan: karakter utama (seorang lelaki dari kalangan bawah) + tujuan (jatuh cinta dengan seorang gadis bangsawan) + konflik utama (menyelamatkan diri mereka dari kapal yang hendak tenggelam).
  • “Sepasang remaja yang saling jatuh cinta secara mendalam namun kedua keluarganya merupakan musuh bebuyutan”. 14 kata.(Romeo and Juliet). Pembahasan: karakter utama (sepasang remaja) + tujuan (jatuh cinta) + konflik utama (kedua keluarganya merupakan musuh bebuyutan). Ketika kamu bekerja di dunia kepenulisan, biasanya setelah kamu menyelesaikan beberapa premis tersebut, premismu nantinya akan dianalisa oleh Head Writermu? Apakah ini layak untuk dilanjutkan atau tidak ke tahap sinopsis. Dan yang perlu dihindari adalah cliche dalam premis tersebut.
Contoh premis yang cliche:
    • “Ditengah kekacauan politik, Joni (29) seorang terpidana hukuman mati gembong narkoba ingin mendapatkan kebebasan bersyarat namun hanya menyesali dan meminta maaf atas perbuatannya”. Genre: action. Pembahasan: karakter utama (Joni) + tujuan (ingin kebebasan bersyarat) + konflik utama ( ? ), hanya menyesali dan meminta maaf atas perbuatannya ini yang dinamakan cliche dan otomatis para penonton akan mudah menebak akhir ceritanya. Sebaiknya diganti dengan“Ditengah kekacauan politik, Joni (29) seorang terpidana mati gembong narkoba ingin mendapatkan kebebasan bersyarat namun harus menyelamatkan nyawa ibu presiden dari sejumlah teroris. 23 kata.
    •  “Seorang bocah lelaki penderita autism ingin menyelamatkan nyawa kakak kandungnya dari psikopat namun memiliki kelainan mental”. Pembahasan: karakter utama ( bocah lelaki) + tujuan (ingin menyelamatkan kakak kandungnya dari psikopat) + konflik utama ( ? ), memiliki kelainan mental ini yang dinamakan cliche atau maksud yang diulang-ulang dari karakter utamanya yang memang mengalami autism. Sebaiknya diganti dengan:  “Seorang bocah lelaki penderita autism ingin menyelamatkan nyawa kakak kandungnya dari psikopat namun ……….. ? Pikir sendiri ya… hehehehe.
Catatan:
  • Perlu kamu pahami bahwa premis itu hanya menunjukkan jalan cerita saja, namun tidak menunjukkan akhir dari cerita tersebut. Dengan kamu memahami sebuah premis ini, tentunya ini akan memudahkan kamu menulis dalam keadaan siap dan tidak siap nantinya, ketika kamu bekerja di dunia pertelevisian dan perfilman yang Serba cepat. Dengan premis ini juga kamu tidak perlu lebar-lebar menjelaskan ceritamu kepada production team, cukup menggunakan premis saja untuk menjelaskan mereka yang penasaran dengan cerita yang sedang kamu buat.
  • Meskipun terkadang ada juga Head Writer yang tidak mempersalahkan premismu, namun kamu akan mengalami kesulitan dalam berkembang. Untuk contoh: setiap film memiliki genre masing-masing, seperti; horror, action, comedy, drama, religious, etc. Dimana nantinya genre ini akan mengikat ke dalam premis yang kamu buat karena terdapat fitur didalamnya. Misalkan premis bergenre komedi: seorang polisi dan preman sepakat ingin memenjarakan seorang gembong narkoba, dikarenakan terbias emosi malah membuat mereka harus jatuh cinta dengan anak gadis seksinya. 23 kata. Disini, kamu sudah dapat melihat diantara karakter utama (polisi dan preman) + tujuan (ingin memenjarakan seorang gembong narkoba) + konflik utama (jatuh cinta dengan anak gadisnya). Dari pemaparan diatas, akan timbul kehebohan, kelucuan dan kegemasan penonton nantinya dari para karakter tersebut, karena sebuah konflik utamanya yang menarik. Menurutmu? Apakah tokoh utama kira-kira mampu melaksanakan tujuannya? Ayo, pikir heheehe, semuanya itu tergantung screenwriter nantinya untuk mengolah cerita tersebut? Mau dikemanain, kek? Hehehe.
  • Premis yang baik adalah premis yang bisa diuji dalam dunia kepenulisan.

Istilah-Istilah Teknis Penulisan Skenario

Dalam kepenulisan skenario, biasanya ada banyak sekali istilah-istilah yang bisa kamu bisa pelajari dibawah ini:
1. BCU (BIG CLOSE UP): Pengambilan gambar dengan jarak yang sangat dekat. Biasanya, untuk gambar-gambar kecil agar lebih jelas dan detail, seperti anting tokoh.
2. CAMERA FOLLOW: Petunjuk pengambilan gambar dengan cara mengikuti pergerakan obyek
3. CAMERA PAN TO: Petunjuk pengambilan gambar dengan cara mengalihkan kamera kepada obyek yang dituju dari obyek sebelumnya
4. COMMERCIAL BREAK: Jeda iklan. Penulis skenario harus memperhitungkan jeda ini, dengan memberi kejutan atau suspense agar penonton tetap menunggu adegan berikutnya.
5. CREDIT TITLE: Penayangan nama tim kreatif dan orang yang terlibat dalam sebuah produksi
6. CU (CLOSE UP): Pengambilan gambar dengan jarak yang cukup dekat. Biasanya, untuk menegaskan detail sesuatu seperti ekspresi tokoh yang penting, seperti senyum manis atau lirikan mata. Tokoh biasanya muncul gambar wajah saja.
7. CUT BACK TO: Transisi perpindahan dalam waktu yang cepat untuk kembali ke tempat sebelumnya. Jadi, ada satu kejadian di satu tempat, lalu berpindah ke tempat lain, dan kembali ke tempat semula.
8. CUT TO FLASH BACK: Petunjuk mengalihkan gambar ke adegan flash back
9. CUT TO: Mengakhiri adegan secara langsung tanpa proses transisi
10. CUT TO: Perpindahan untuk menggambarkan peristiwa yang terjadi bersamaan, tetapi di tempat yang berbeda atau kelanjutan adegan di hari yang sama.
11. DISSOLVE TO: Perpindahan dengan gambar yang semakin lama semakin kabur sebelum berpindah ke adegan berikutnya.
12. ESTABLISHING SHOT: Pengambilan gambar secara keseluruhan, biasa disingkat ESTABLISH saja.
13. EXT.(EXTERIOR): Menunjukan tempat pengambilan gambar diluar ruangan.
14. FADE IN: Petunjuk transisi memasuki adegan secara perlahan
15. FADE OUT: Petunjuk transisi mengakhiri adegan secara perlahan dari layar
16. FLASH BACK CUT TO: Petunjuk untuk mengakhiri adegan flash back
17. FLASHBACK: Ulangan atau kilas balik peristiwa. Biasanya, gambarnya dibedakan dengan gambar tayangan sekarang.
18. FLASHES: Penggambaran sesuatu yang belum terjadi dalam waktu cepat; contohnya: orang melamun.
19. FREEZE: Aksi pada posisi terakhir. Harus diambil adegan yang terjadi pada tokoh utama dan dapat membuat penonton penasaran sehingga membuat penonton bersedia menunggu kelanjutannya.
20. INSERT: Sisipan adegan pendek, tetapi penting di dalam satu scene.
21. INT. (INTERIOR): Pengambilan gambar pada jarak jauh. Biasanya untuk gambar yang terlihat secara keseluruhan.
22. INTERCUT: Perpindahan dengan cepat dari satu adegan ke adegan lain yang berbeda dalam satu kesatuan cerita.
23. LS (LONG SHOT): Pengambilan gambar pada jarak jauh. Biasanya untuk gambar yang terlihat secara keseluruhan.
24. MAIN TITLE: Judul cerita pada sinetron atau film.
25. MONTAGE: Beberapa gambar yang menunjukkan adegan berurutan dan mengalir. Bisa juga menunjukkan beberapa lokasi yang berbeda, tetapi merupakan satu rangkaian cerita.
26. OS (ONLY SOUND): Suara orang yang terdengar dari tempat lain; berbeda tempat dengan tokoh yang mendengarnya.
27. PAUSE: Jeda sejenak dalam dialog, untuk memberi intonasi ataupun nada dialog.
28. POV (POINT OF VIEW): Sudut pandang satu atau beberapa tokoh terhadap sesuatu yang memegang peranan penting untuk tokoh yang bersangkutan.
29. SCENE: Berarti adegan atau bagian terkecil dari sebuah cerita.
30. SFX (SOUND EFFECT): Untuk suara yang dihasilkan di luar suara manusia dan ilustrasi musik. Misalnya, suara telepon berdering, bel sekolah, dll.
31. SLOW MOTION: Gerakan yang lebih lambat dari biasanya. Untuk menunjukkan hal yang dramatis.
32. SPLIT SCREEN: Adegan berbeda yang muncul pada satu frame atau layar.
33. TEASER: Adegan gebrakan di awal cerita untuk memancing rasa penasaran penonton agar terus mengikuti cerita.
34. VO (VOICE OVER): Orang yang berbicara dalam hati. Suara yang terdengar dari pelakon namun bibir tidak bergerak.
35. ZOOM IN: Petunjuk gerakan kamera dengan menyorot obyek dari jauh sampai dekat atau close-up
36. ZOOM OUT: Petunjuk gerakan kamera dengan menyorot obyek dari dekat sampai jauh.
37. Act (adegan) yang dimaksud adalah bagian/ukuran terbesar (kumpulan dari sequence) dalam sebuah cerita. terdiri dari 3 awal-tengah-akhir.
38. Agensi (penengah) biasanya mengatur manajemen sejumlah pekerja. Agensi penulis mengatur atau  melakukan manajemen sejumlah penulis yang akan diajukan kepada PH atau studio.
39. Astrada  (singkatan; asisten sutradara). 
40. Beat  (pukulan) irama dalam dialog, memperlihatkan pertukaran aksi dan reaksi dalam sebuah dialog.
41. Scene (bagian/ukuran dari sebuah cerita yang paling kecil), (beat-scene-sequence-act).
42. Bloking (komposisi dalam frame).
43. Built-in (terpasang/menyatu) dalam iklan; adanya penawaran produk yang diselipkan pada sebuah adegan, endorsement.
44. Bridging (jembatan), menjembatani, bila ada dua adegan/gambar/scene mengalami jumping maka harus ada visualisasi yang menyambung mereka.
45. Brief (sebuah instruksi berupa isian/slide/lembaran/ucapan yang menjelaskan secara singkat).
46. By Project (pekerjaan yang dilakukan per proyek, pekerjaan freelance, tidak terikat kontrak).
47. Cinema verite – genre film, gaya penyampaian dalam film yang pesannya/temanya mendekati kebenaran; (dalam TV seperti reality show); seperti dokumenter.
48. CO Writer – penulis yang membantu Head Writer, CO Writer bisa terdiri lebih dari seorang.
49. Cutting (memotong gambar, cara/bagaimana mengedit)
50. Cut to cut (istilah editor; cara editing, kerunutannya terdiri atas potongan – potongan yang pendek, sehingga terasa cepat dan dinamis).
  1. Deadline (tengat waktu).
52. Development (tahap pra produksi dalam mengembangkan ide cerita).
53. Desire (hasrat), karakterisasi yang terdiri atas needs/wants, shadow dan belief.
54. Dialog/line (bagian dari sekrip yang berisi apa yang dikatakan talent).
55. Draft satu (ketikan/tulisan yang diajukan pertama).
56. Fee/honor (bayaran gaji).
57. frame (bingkai), batas lihat lensa kamera, pembingkaian sebuah scene
58. Freelance (pekerja yang tidak terikat kontrak).
59. Genre (jenis/tema cerita).
60. Gimmick (alat, benda), dalam iklan; sebuah pesan yang dijadikan simbol yang menjelaskan makna tertentu. Dalam genre horror/thriller biasanya gimmick adalah adegan adegan yang mengagetkan.
61. Head Writer (kepala/ketua penulis yang biasanya bertanggung jawab langsung ke produser atau sutradara).
62. Jumping – perpindahan gambar/adegan/scene dimana jeda    antara bagian bagian itu terdapat jeda (dalam kasus tertentu bisa menyebabkan plot hole), lompatan yg terlalu jauh/jeda yg panjang.
63. Jump-cut (istilah editor, cara editing, potongan gambarnya menggunakan cara jumping namun masih dalam satu frame).
64. Locked (terkunci) ketika skenario sudah dinyatakan sudah sesuai dan tidak akan ada perubahan lagi.
65.Logline (intisari cerita, hampir serupa dengan premis terdiri dari karakter utama+tujuan+konflik utama. Dan biasanya juga terdiri dalam satu kalimat yang mana menjadi intisari dari sebuah cerita. Ini disampaikan dengan maksud, untuk memberikan gambaran cerita atau intisari cerita yang mengandung ironi yang bisa menarik hati sang produser, dikarenakan mudah dipahami).
66. Meeting (pertemuan, rapat). 
67. Monolog (sebuah line tanpa ada lawan bicara).
68. Montage/mosaic – kesatuan potongan – potongan gambar yang bercerita. Biasanya tidak harus runut, bisa campuran dari berbagai scene (beda frame). beda dengan cut to cut yang masih runut.
69. Narasi (semua bentuk penyampaian berupa pesan, teks atau bahasa dalam media. Cerita, penjelasan, puisi, adalah salah satu bentuk narasi).
70. Plot (sebuah adegan/bagian dalam cerita, satu kejadian, bagian/ukuran dari cerita yang setara dengan scene).
71. Plot hole (lubang), hilangnya sebuah plot, ketika ada bagian cerita yang tidak dimasukan sehingga tidak lengkap.
72. plot list (daftar plot) susunan plot yang ditulis berdasarkan urutan nomer scene.
73. Post pro (kepanjangan dari post production) tahap pasca produksi, tahap akhir produksi.
74. Premis (intisari cerita, hampir serupa dengan logline, terdiri atas karakter utama+tujuan+konflik utama dalam satu kalimat).
75. Pre pro (singkatan dari pre-production) tahap pra produksi, tahap awal produksi.
76. Production (produksi), proses produksi, biasanya juga disebut shooting day.
77. Produser (orang yang bertanggung jawab atas produksi).
78. Scene (gambar)  bagian/ukuran dalam cerita (kumpulan dari beat).
79. Scene plot (biasanya masih sama seperti plot list, yakni beberapa scene yang dituliskan secara berurutan tanpa dialog atau slugline).
80. Sequence (urutan) struktur cerita, bagian/ukuran dalam sebuah cerita (kumpulan dari scene).
81. Shooting day (tahap produksi, proses pengambilan gambar).
82. Sinopsis – biasanya dalam bentuk ketikan (1-3 lembar) yang merupakan perkembangan paling awal dari premis/logline.
83. Slugline (paragraf penjelasan sesudah scene).
84. Sub-plot (cerita kecil). 
85. Sutaradara/director – orang yang bertanggung jawab atas visualisasi dalam sebuah produksi visual (film, sinetron, iklan, video dll).
86. Stake (pertaruhan) bagian dari premi yg menjelaskan resiko protagonis.
87. Talent – orang yang memiliki bakat (talent) biasanya aktor/aktris atau pengisis suara.
88. VO (kepanjangan dari; voice over), (suara yang diisi). Biasanya berisikan monolog, dimana gambar dan suara berbeda.
89. Termin (cara pembayaran yang berkala tidak langsung).
90. Timeline (urutan hari kerja, jadwal, bila dalam cerita biasanya mengacu pada urutan kejadian atau scene).
91. Treatment (perlakuan) pada umumnya treatment bisa juga dimaksud plot list. biasanya juga bermaksud cara/bagaimana instruksi.
92. Revisi-an – revisi atau re-write.
93. Rewrite (menulis ulang) proses perbaikan pada materi; skenario, brief, treatment, sinopsis, dll.
94. Romkom – kepanjangan dari romantic-comedy, genre yang menggabungkan romantis dan komedi (humor).
95. Planting  (menanam) dalam iklan; ide awal/penjelasan yang nanti merujuk pada sebuah makna di scene berikutnya. ketika dalam cerita diperlukan sebuah acuan yang nanti akan jadi bagian scene/plot yang lebih besar.
96.Tek tok – proses rewrite (timbal balik, diskusi) bisa dilakukan secara tatap muka maupun online.
97. Visual appeal (ketertarikan), keindahan, komposisi, keteraturan yang menciptakan ketertarikan secara visual. 
98. Cliche (klise), maksud yang diulang-ulang.